Kota Makassar

Benteng Rotterdam

Perkembangan Makassar sebagai kota kreatif mulai menampak selama tahun-tahun awal setelah Reformasi 1998. Masa turbulensi politik ini memunculkan inisiatif anak-anak muda untuk membangun ruang dan lingkungan yang mereka idamkan, semisal komunitas musik indie atau underground dan komunitas literasi yang menjadi ruang berbagi dan menggodok gagasan.

Di komunitas-komunitas semacam ini mereka bergerak membangun usaha-usaha rintisan untuk menopang kelangsungan hidup lingkungan mereka. Dinamikanya menjadi cepat lantaran penyebaran gagasan juga ditopang oleh perkembangan dan keterpaparan teknologi masa itu hingga masa sekarang. Mereka membentuk jejaring di nasional dan internasional.

Momentum ledakan internet menjelang dasawarsa 2010, yang diikuti meningkatnya penggunaan platform Twitter, mendorong pertemuan-pertemuan tatap-muka di banyak tempat. Mereka bentuk komunitas-komunitas yang saling bekerja bersama untuk sejumlah kegiatan, sekaligus membangun tempat-tempat usaha yang dijadikan sebagai sekretariat sekaligus tempat pertemuan.

Dunia ekonomi kreatif Makassar berdenyut kencang di dua kecamatan, yakni Kecamatan Tamalanrea dan Kecamatan Panakkukang. Tamalanrea merupakan kawasan di mana beberapa universitas dan sekolah tinggi di Makassar berdiri. Keberadaan dunia pendidikan tersebut tidak hanya memicu munculnya wirausaha ekonomi kreatif yang digerakkan umumnya oleh anak muda, tapi juga memunculkan hunian mahasiswa dan perumahan sebagai infrastruktur penopang keberadaan perguruan dan sekolah tinggi tersebut. Karena sebab ini pula, tidak mengherankan bila Biringkanaya, kecamatan tetangga Tamalanrea sekaligus kecamatan berpenduduk terpadat Makassar ini, ikut menjadi sebagai titik penyebaran usaha ekonomi kreatif.

Titik utama kedua, Panakkukang, kecamatan yang sejak lama disebut sebagai pusat pertumbuhan ekonomi Makassar. Wilayah yang disebut ‘kepala naga’ Kota Daeng ini memiliki dua wilayah penyangga yang wilayah hunian lama, yakni Rappocini dan kawasan hunian baru Manggala yang baru dikembangkan dalam dua dasawarsa terakhir.

Tampilkan lebih lengkap

17 Subsektor Ekraf

Kolaborasi

Makassar Biennale (MB)

Ajang seni rupa dua tahunan berskala internasional yang digelar pertama kali pada 2015. Pada 2017, MB menetapkan tema abadi “Maritim” ke publik. Pada pelaksanaan 2019 dan 2021, penyelenggaran MB melibatkan banyak kota di Indonesia Timur. Info lengkap, kunjungi: www.makassarbiennale.org (Tim Dokumentasi Makassar Biennale)